IPL atau ISL Liga Terbaik Indonesia?

blogger templates
Tidak mudah memberikan nilai dan menentukan liga mana yang terbaik. Tulisan ini tidak memperhitungkan faktor resmi dan tidak resminya liga. Tulisan ini menekankan pada penampilan klub-klub peserta liga dalam memaksimalkan perolehan poin di pertandingan kandang dan tandang. Tulisan ini juga tidak memasukkan pertandingan yang berakhir dengan Walk-Out (WO) dan pertandingan antara Persidafon melawan Persiwa.

Dalam pertandingan sepakbola, 3 poin dapat diraih oleh tim yang memenangkan laga. Pada pertandingan yang berakhir imbang, kedua tim berbagi angka 1. Bagi tim yang kalah tidak mendapatkan angka. Jadi poin maksimal adalah 3 untuk 1 pertandingan.

Terlebih dahulu kita menganalisis hasil pertandingan di IPL (Indonesian Premier League). Grafik diatas adalah grafik rasio poin yang diperoleh dengan poin maksimal di laga kandang dan tandang. Sumbu x adalah sumbu rasio poin yang diperoleh dengan poin maksimal untuk pertandingan kandang dan sumbu y untuk pertandingan tandang. Di grafik tersebut terlihat, Semua tim berada di kanan bawah grafik. Dalam artian, semua tim memperoleh poin lebih banyak di kandang daripada tandang. Hal ini memang lumrah di liga manapun. Karena faktor dukungan tuan rumah dan adaptasi terhadap stadion dan cuaca menjadi faktor utama. Kondisi tersebut diperparah dengan luasnya wilayah Indonesia. Sehingga pemain membutuhkan fisik yang benar-benar prima untuk menjalani pertandingan tandang. Semakin ke kanan lokasi titik suatu tim pada grafik berarti tim tersebut mempunyai faktor tuan rumah yang bagus.

Namun, untuk menjadi yang terbaik di liga tidak cukup harus memaksimalkan laga kandang. Penampilan tim di laga tandang juga penting. Hanya ada 2 tim yang berhasil memperoleh poin separuh dari poin maksimal di tandang. Tim tersebut adalah Semen Padang dan Persebaya. Rasio poin maksimal yang diperoleh oleh Semen Padang dan Persebaya di laga tandang lebih sedikit 30% daripada di laga kandang. Hal ini terbukti dengan berhasilnya Semen Padang menjuarai IPL. Meskipun Persebaya tidak menjuarai IPL namun pada grafik terlihat, Persebaya lah tim yang cukup stabil penampilannya baik di kandang maupun tandang. Faktor bonek sebagai suporter Persebaya yang selalu ada dan mendampingi Persebaya di manapun Persebaya bermain sebagai salah satu faktor penting cukup stabilnya penampilan Persebaya. Faktor suporter ini juga yang menyebabkan Persija hanya dapat memperoleh poin separuh dari poin maksimal di laga tandang. Persija dengan pemain yang bagus namun dengan jumlah dukungan suporter yang sangat sedikit membuat Persija harus menerima hasil yang kurang bagus tersebut.

Pada grafik juga terlihat di posisi kiri bawah terdapat 3 tim. Tim tersebut adalah Bontang FC, Persijap dan PSMS. Ketiganya sangat lemah dalam pertandingan tandang. Meskipun pada pertandingan kandang juga tidak jauh lebih baik daripada pertandingan tandang. Hal tersebut terbukti mereka berada di papan bawah klasemen IPL.Terlebih terjadi konflik di klub PSMS sehingga klub tersebut tidak dapat mengoptimalkan laga tandang mereka. Persema, Arema, dan PSM menjadi tim yang memperoleh poin sebanyak 80% poin dari poin maksimal di laga kandang. Namun Persema dan Arema hanya memperoleh poin sebanyak 30% dari poin maksimal di laga tandang. Sedangkan PSM hanya mampu memperoleh poin sebanyak 20% dari poin maksimal di laga tandang. Hasil tersebut mampu membawa Arema berada di peringkat atas klasemen. PSM dan Arema jelas memiliki pendukung yang fanatik. Namun, Persema memiliki faktor tersendiri yang membuat mereka dapat mengoptimalkan laga tandang. Entah apa faktor tersebut, namun bisa jadi faktor pemain muda sehingga membuat mereka lebih terlecut untuk menunjukkan hasil positif di depan publik kota Malang.

Kemenangan tipis 1 gol menjadi suatu hal yang mencurigakan di keadaan yang kacau balau dengan prasangka pengaturan skor. Terlebih lagi bila tim yang menang tipis tersebut menjadi tim tuan rumah. Namun bisa jadi memang tim-tim yang bertanding kekuatannya tidak jauh berbeda. Terlihat di grafik, Persiraja memperoleh kemenangan tipis di pertandingan kandang sebanyak 85,7 % dari total kemenangan dalam pertandingan kandang. Angka ini adalah yang terbesar di antara klub-klub lainnya. Hal yang bagus adalah Semen Padang hanya memperoleh kemenangan tipis di kandang sebanyak 28,6 % dari total kemenangan kandang.

Lalu bagaimana dengan penampilan tim-tim di ISL (Indonesian Super League)? Hanya ada 1 tim yang berhasil memperoleh poin lebih dari separuh poin maksimal di tandang. Tim tersebut adalah Sriwijaya FC (SFC). SFC berhasil menjuarai ISL. Persipura menjadi tim berikutnya yang penampilannya bagus di laga tandang. Persipura lah yang menghuni peringkat kedua klasemen ISL.

SFC, Persipura, dan Persiwa menjadi tim yang memperoleh lebih dari 80% poin dari poin maksimal di laga kandang. Dengan pemain yang berkualitas dan suporter yang fanatik, tidak heran bila SFC dan Persipura mampu mengoptimalkan laga kandang. Persiwa menjadi tim yang memang benar-benar menjadi tim yang susah dikalahkan di kandang. Faktor ketinggian lokasi pertandingan menjadi salah satu faktor yang menentukan kekuatan kandang bagi Persiwa.

Banyak tim yang mengalami penurunan kekuatan selama menjalani laga tandang. Kekuatan mereka jauh berkurang sebanyak 50 %. Tim-tim tersebut adalah SFC, Persipura, Persija, Pelita Jaya, Persiba, dan Deltras. SFC dan Persipura mewakili tim papan atas, Persija, Pelita Jaya, dan Persiba berada di papan tengah, sedangkan Deltras di papan bawah. Meskipun mereka berada di tersebar di papan atas, tengah, dan bawah, namun konsistensi permainan mereka relatif lebih baik daripada tim-tim lainnya. Kualitas pemain yang baik menjadi salah satu faktor terjaganya konsistensi permainan. Penampilan yang buruk terjadi pada PSAP dan Arema. Di pertandingan kandang, mereka masing-masing mempunyari rasio poin maksimal 47,1% dan 66,7%. Namun di laga tandang, rasio poin maksimal mereka masing-masing adalah 5,9% dan 7,8%.

PSAP memperoleh kemenangan tipis di pertandingan kandang sebanyak 83,3 % dari total kemenangan dalam pertandingan kandang. Ini adalah rasio tertinggi diantara tim-tim lainnya. Sedangkan Persiwa tim yang susah dikalahkan di kandang (hanya kalah sekali), memperoleh kemenangan tipis di kandang sebanyak 31,2 % dari total kemenangan kandang. Artinya, Persiwa lebih banyak memenangkan pertandingan dengan selisih 1 gol. Hal tersebut menegaskan bahwa tim yang bertandang ke Wamena seolah kehabisan energi untuk bermain selama 90 menit. SFC sebagai jawara ISL memperoleh kemenangan tipis di kandang sebanyak 52,9% dari total kemenangan kandang. Hasil yang tidak terlalu bagus mengingat kurang dari separuh kemenangan dengan selisih lebih dari 1 gol.

Dari segi konsistensi permainan, tim-tim IPL masih lebih baik daripada ISL. Tim-tim IPL tidak terlalu jatuh penampilannya di laga kandang. Mungkin juga faktor rentang jarak tim paling barat dan paling timur yang berbeda di IPL dan ISL. Faktor jeda antar pertandingan juga patut diperhitungkan. Penampilan tim juara IPL lebih baik daripada tim juara ISL di kandangnya masing-masing dalam hal jumlah total kemenangan dengan selisih 1 gol pada pertandingan yang dimenangkan oleh tuan rumah. Semen Padang mampu mencetak lebih sedikit kemenangan tipis daripada Sriwijaya FC dibandingkan dengan total kemenangan masing-masing tim. Namun, ada kesamaan antara IPL dan ISL. Hal ini terjadi pada 2 tim asal Aceh yang memiliki rasio kemenangan tipis paling banyak. PSAP di ISL dan Persiraja di IPL.

Untuk menentukan kompetisi/liga mana yang terbaik memang tidak cukup dengan data-data tersebut di atas. Namun setidaknya analisis data tersebut dapat membantu pecinta sepakbola Indonesia untuk menilai kualitas liga melalui penampilan dan kekuatan klub-klub yang bertanding di dalamnya.

www.goal.com
www.premierleague.co.id
wikipedia

0 Response to "IPL atau ISL Liga Terbaik Indonesia?"

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Pages

About Me

My Photo
MELKI PUTRA
Teluk kuantan, RIAU, Indonesia
View my complete profile